Jenazah Tutu Dimakamkan di Katedral St George, Cape Town
CAPE TOWN, SATUHARAPAN.COM-Jenazah Desmond Tutu, uskup agung Anglikan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian dari Cape Town, dikebumikan pada hari Minggu (2/1) pagi selama kebaktian keluarga pribadi di katedral Anglikan kota itu.
Uskup Agung Thabo Makgoba meletakkan sebuah kotak kecil berisi abu sisa jenazah Tutu untuk diistirahatkan di lantai di depan altar tinggi di Katedral St George. Janda Tutu, anak-anak dan anggota keluarga lainnya menghadiri kebaktian selama 30 menit itu.
Makgoba menyarankan bahwa untuk menghormati mendiang pemenang Nobel, bandara Cape Town harus diubah namanya menjadi Bandara Internasional Uskup Agung Desmond Mpilo Tutu.
Dia meminta semua orang Afrika Selatan untuk “membuka halaman baru” dan berkomitmen pada “perubahan radikal dan revolusioner” yang dianjurkan Tutu.
“Mari kita hidup sesederhana dia hidup, dicontohkan dengan peti mati pinus dengan pegangan tali,” kata Makgoba dalam homilinya. “Biarkan kita yang memiliki sumber daya mengencangkan ikat pinggang kita, agar orang lain bisa makan cukup untuk mengisi perut mereka. Mari kita menata kembali masyarakat kita untuk mengakhiri ketidaksetaraan dan menciptakan kesempatan yang sama bagi semua.”
Kotak dengan sisa-sisa jenazah Tutu ditempatkan di bawah batu peringatan bertuliskan kata-kata: Desmond Mpilo Tutu, Oktober 1931 – Desember 2021, Uskup Agung Cape Town 1986 - 1996.
Kebaktian pagi sedang berlangsung saat api menyapu gedung Parlemen di dekat Afrika Selatan. Kepulan asap kemudian menggantung di atas katedral dan daerah sekitarnya.
Misa requiem diadakan di katedral untuk pemakaman Tutu pada hari Sabtu. Pejabat gereja mengatakan tubuh Tutu disiapkan untuk dimakamkan dengan air dalam proses yang disebut aquamation.
Tutu meminta metode itu karena menggunakan lebih sedikit energi dan lebih ramah lingkungan, kata pejabat gereja kepada wartawan. (AP)
Editor : Sabar Subekti
Kremlin: AS Izinkan Ukraina Gunakan Senjata Serang Rusia Mem...
MOSKOW, SATUHARAPAN.COM-Kremlin mengatakan pada hari Senin ( 18/11) bahwa pemerintahan Presiden Amer...