Libya: Saadi, Anak Muammar Gaddafi, Dibebaskan
TRIPOLI, SATUHARAPAN.COM-Pemerintah Libya telah membebaskan Saadi Gaddafi, putra mantan pemimpin Muammar Gaddafi yang digulingkan dan dibunuh dalam pemberontakan 2011, kata sumber resmi Libya dan sumber pemerintah persatuan, hari Minggu (5/9).
Saadi Gaddafi melarikan diri ke Niger selama pemberontakan yang didukung NATO, tetapi ditangkap dan diekstradisi ke Libya pada tahun 2014 dan telah dipenjara sejak saat itu di Tripoli.
Setelah pembebasan, dia segera berangkat dengan pesawat ke Istanbul, Turki, kata sumber resmi.
Libya telah mengalami kekacauan, perpecahan dan kekerasan dalam satu dekade sejak pemberontakan. Pemerintah Persatuan Nasional yang dilantik pada bulan Maret sebagai bagian dari upaya perdamaian. Itu juga dimaksudkan untuk menyelenggarakan pemilihan umum yang direncanakan pada bulan Desember.
Pembebasan Saadi menrupakan hasil negosiasi yang melibatkan tokoh suku senior dan Perdana Menteri, Abdulhamid Dbeibeh, kata sumber resmi. Sumber lain mengatakan negosiasi juga melibatkan mantan menteri dalam negeri, Fathi Bashagha.
Pada tahun 2018 Kementerian Kehakiman mengatakan Saadi Gaddafi dinyatakan tidak bersalah atas "pembunuhan, penipuan, ancaman, perbudakan, dan pencemaran nama baik mantan pemain Bashir Rayani".
Pada bulan Juli New York Times mengatakan telah mewawancarai saudara laki-laki Saadi, Saif Al-Islam Gaddafi, yang ditahan selama bertahun-tahun di kota Zintan, karena para pendukungnya mengindikasikan dia akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden yang direncanakan pada bulan Desember. (Reuters)
Editor : Sabar Subekti
Kremlin: AS Izinkan Ukraina Gunakan Senjata Serang Rusia Mem...
MOSKOW, SATUHARAPAN.COM-Kremlin mengatakan pada hari Senin ( 18/11) bahwa pemerintahan Presiden Amer...