Pasukan Politik Yaman Bentuk Aliansi Anti-Houthi
SANAA, SATUHARAPAN.COM - Pasukan politik Yaman yang menentang milisi Syiah, Sabtu (14/3), membentuk sebuah aliansi untuk melawannya, mengatakan bahwa mereka ingin mengembalikan kewenangan negara dan membentuk kembali pasukan keamanan yang lemah.
Yaman terjerumus ke dalam kerusuhan setelah milisi, yang dikenal sebagai Houthi, merebut Sanaa pada September 2014 serta membuat pergerakan untuk menyebarkan pengaruhnya lebih jauh.
Houthi membubarkan pemerintah dan parlemen pada Februari 2015, membentuk dewan kepresidenan, setelah Presiden Abedrabbo Mansour Hadi mengajukan pengunduran diri.
Namun Hadi meloloskan diri dari pengepungan Houthi di rumahnya di Sanaa dan melarikan diri ke Aden, tempatnya mencabut pengunduran dirinya dan menyatakan kota pelabuhan selatan menjadi ibu kota baru Yaman.
Kelompok bernama National Salvation Bloc yang baru-baru ini terbentuk tersebut terdiri dari Muslim Sunni dan beberapa partai sekuler, serta kelompok pemuda, aliansi suku dan anggota Southern Movement, yang berupaya mendapatkan otonomi lebih besar.
Kelompok itu juga terdiri dari anggota pembangkang General People’s Congress bagian selatan, partai yang dipimpin mantan presiden Ali Abdullah Saleh, yang diduga mendukung Houthi.
Kelompok itu ditujukan untuk mengembalikan kewenangan negara dan “mencegah keruntuhan pasukan militer dan keamanan,” menurut sebuah pernyataan setelah pertemuan di Sanaa. (AFP)
Presiden Prabowo Gelar Pertemuan Bilateral dengan Presiden M...
RIO DE JANEIRO, SATUHARAPAN.COM-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengadakan pertemuan ...