Loading...
EKONOMI
Penulis: Sabar Subekti 11:22 WIB | Jumat, 04 November 2022

Pemerintah Utamakan Angkutan Massal di Perkotaan

Gerbong kereta Light Rail Transit (LRT) terparkir di jalur Pancoran, Jakarta, Jumat (14/1/2022). (Foto: dok. Ist)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya angkutan massal di perkotaan.

“Angkutan massal perkotaan menjadi satu keharusan yang diintensifkan, baik itu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang sudah ada maupun merencanakan dan membangun angkutan massal itu sendiri,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Presiden menggelar rapat terbatas yang membahas angkutan massal perkotaan dengan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 2 November 2022. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangannya usai mengikuti rapat tersebut mengatakan bahwa Presiden Jokowi menekankan pentingnya angkutan massal perkotaan.

Menhub Budi juga menjelaskan bahwa suatu angkutan massal membutuhkan percontohan. Saat ini, DKI Jakarta merupakan daerah yang dinilai paling representatif untuk digunakan sebagai contoh bagi kota-kota lain di Tanah Air.

“Karena di sini sudah ada MRT (Moda Raya Terpadu), sudah ada LRT (Light Rail Transit) nanti ditambah, nanti ada BRT (Bus Rapid Transit) , dan ini menjadi suatu modal bagi Jakarta dan bagi kota-kota yang lain,” kata Menhub Budi.

Presiden juga menekankan agar pemerintah daerah turut serta mendukung angkutan massal yang dibangun pemerintah pusat dengan membangun transportasi pengumpan (feeder) yang dapat membantu masyarakat dalam menggunakan transportasi publik.

Menhub mencontohkan pada LRT Jabodebek, maka Pemda Bekasi, Pemda Bogor, dan Pemda DKI berkewajiban untuk meneruskan feeder baik itu berupa bus atau angkutan-angkutan lain.

“Tadi sudah disepakati bahwa pemda, baik Pemda Jakarta maupun Pemda Sumsel akan mendukung adanya feeder,” kata Menhub Budi.

Menhub Budi juga melaporkan kepada Presiden terkait perkembangan pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) di DKI Jakarta. Menurut Budi, investor dalam pembangunan MRT tidak hanya dari Jepang, tetapi juga dari Korea Selatan dan Inggris yang akan ikut masuk sebagai konsorsium.

“Kami rencanakan pada saat G20, ada penandatanganan antara pihak Indonesia (Kemenhub dan DKI JUakarta) dan pihak Jepang, Korea Selatan, dan Inggris,” kata Menhub Budi.

Menhub Budi pun menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan akan mendukung visi Presiden Jokowi yang mengutamakan angkutan massal perkotaan dengan menjadikan DKI Jakarta sebagai contoh. Sedangkan daerah-daerah lain di Tanah Air akan dimulai dengan studi kajian terkait angkutan massal.

“Tentu waktu dari pembangunan ini dikaitkan dengan kemampuan finansial dari pemerintah dan pemerintah daerah,” katanya.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home