Pemimpin Redaksi Harian Oposisi Turki Mundur Pascakudeta

ISTANBUL, SATUHARAPAN.COM - Pemimpin redaksi harian utama oposisi Turki Cumhuriyet, hari Senin (15/8) mengumumkan pengunduran dirinya dan mengatakan dirinya tidak lagi memercayai peradilan yang akan menggelar sidang banding di persidangan rahasia kontroversial pascakudeta gagal.
Sebuah pengadilan di Istanbul pada Mei menjatuhi hukuman hingga lima tahun 10 bulan kepada Can Dundar karena dugaan pengungkapan rahasia negara dalam sebuah narasi yang membuat marah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.
Dundar diizinkan bebas sembari menunggu keputusan banding setelah persidangan tersebut, dan saat ini diyakini tengah berada di Jerman. Namun, dirinya tidak akan menyerah kepada peradilan karena keadaan darurat yang diberlakukan pascakudeta menunjukkan bahwa dia tidak akan mendapatkan persidangan yang adil.
Dia mengatakan semua tanda-tanda yang mengindikasikan periode “pelanggaran hukum” sedang terjadi, dan kondisi darurat diberlakukan oleh pemerintah sebagai dalih untuk mengontrol peradilan secara sewenang-wenang.
“Mulai sekarang, yang kami hadapi bukan pengadilan melainkan pemerintah. Tidak ada pengadilan tinggi yang akan keberatan terhadap pelanggaran hukum yang sedang terjadi,” katanya.
“Oleh karena itu, saya memutuskan untuk tidak menyerah terhadap peradilan setidaknya sampai keadaan darurat dicabut.” (AFP)

Gempa Magnitudo 6.0 Guncang Wanokaka, NTT
KUPANG, SATUHARAPAN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sejumlah dae...