Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 11:32 WIB | Selasa, 04 Maret 2025

Prancis dan Inggris Usulkan Gencatan Senjata Sebulan di Ukraina

Pemandangan dari pesawat nirawak menunjukkan lokasi gedung apartemen yang terkena serangan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Poltava, Ukraina, 1 Februari 2025. (Foto: AP)

PARIS, SATUHARAPAN.COM-Prancis dan Inggris mengusulkan gencatan senjata selama satu bulan di Ukraina "di udara, di laut, dan di infrastruktur energi" setelah pembicaraan krisis di London, kata Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada hari Minggu (2/3).

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Prancis, Le Figaro, Macron mengatakan bahwa gencatan senjata semacam itu, setidaknya pada awalnya, tidak akan mencakup pertempuran di darat.

Masalahnya di sana adalah akan sangat sulit untuk memeriksa apakah gencatan senjata tersebut dipatuhi mengingat besarnya garis depan, katanya.

Pasukan penjaga perdamaian akan dikerahkan di kemudian hari, katanya, seraya menambahkan: "Tidak akan ada pasukan Eropa di tanah Ukraina dalam beberapa pekan mendatang."

Macron juga menyarankan agar negara-negara Eropa meningkatkan anggaran pertahanan mereka menjadi antara 3,0 dan 3,5 persen dari PDB untuk menanggapi perubahan prioritas Washington dan militerisasi Rusia.

"Selama tiga tahun, Rusia telah menghabiskan 10 persen dari PDB mereka untuk pertahanan," katanya kepada surat kabar itu. "Jadi, kita harus bersiap untuk apa yang akan terjadi selanjutnya."

Dalam wawancara terpisah dengan surat kabar Il Foglio di Milan, Macron juga mengatakan bahwa Eropa membutuhkan Italia yang "kuat" untuk membantu menyelesaikan konflik di Ukraina.

Pada pembicaraan krisis hari Minggu, Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, tampaknya mengabaikan prospek negaranya berkontribusi pada pasukan penjaga perdamaian di Ukraina, dengan mengatakan hal itu "tidak pernah ada dalam agenda".

"Kita membutuhkan Italia, Italia yang kuat yang bekerja berdampingan dengan Prancis, dengan Jerman, dalam kerja sama negara-negara besar," kata Macron, menurut terjemahan komentarnya yang diterbitkan dalam bahasa Italia. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home