Loading...
INDONESIA
Penulis: Endang Saputra 01:07 WIB | Jumat, 04 September 2015

RUU Penyandang Disabilitas Terus Dibahas DPR

Anggota Komisi VIII DPR RI Rahayu Sarawati Djojohadikusumo dari fraksi Partai Gerindra saat memberikan keterangan pers di Jakarta Selatan, hari Kamis (3/9). (Foto: Endang Saputra)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Anggota Komisi VIII DPR RI Rahayu Sarawati Djojohadikusumo dari fraksi Partai Gerindra mengatakan naskah Rancangan Undang-undang (RUU) peyandang disabilitas sedang dibahas oleh Badan Legislatif (Baleg) DPR.

Menurutnya dalam pembahasan RUU tersebut dilakukan dengan sangat serius, detil, bahkan tidak mengenal waktu.

"Saya dan beberapa rekan-rekan anggota di Komisi VIII, terutama yang berada di panja RUU disabilitas, berkomitmen penuh untuk menghasilkan UU yang dapat diimplementasikan dengan baik dan membantu komunitas penyandang disabilitas," kata Rahayu di Jakarta Selatan, hari Kamis (3/9).

"Komunitas disabilitas tidak butuh dikasihani, saya yakin bahwa penyandang disabilitas sesungguhnya adalah orang-orang dengan kemampuan yang berbeda namun tetap berkarya dan mampu punya harga diri. Yang mereka butuhkan adalah kesempatan dan kepercayaan untuk membuktikan bahwa, seperti Presiden Abdurrahman Wahid, akan semakin banyak lagi penyandang disabilitas yang mengukir prasasti luar biasa," kata dia.

Selain itu, kata Rahayu mengenai masalah kebijakan pemerintah untuk mensejahterakan rakyat, pada dasarnya dirinya menyambut positif berbagai inisiatif Presiden Joko Widodo. Namun, Rahayu tetap mengkritisi implementasi kebijakan-kebijakan Pemerintah saat ini.

"Kebijakan yang positif untuk mensejahterakan rakyat tanpa pendapat yang akurat membuat semua kartu-kartu sosial yang disediakan pemerintah menjadi kartu ajaib dalam makna tragis," kata dia.

"Tanpa data yang akurat, tervalidasi maupun terverifikasi, maka semua kartu yang seharusnya menjadi jalan keluar untuk masalah sosial hanya memperburuk situasi karena tidak tepat sasaran mengakibatkan pemborosan besar-besaran, mematik gesekan horisontal, dan pemerataan kesejahteraan hanya menjadi janji-janji kosong," katanya.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home