Tak Hanya Metromini, Angkot Juga akan Dibatasi

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengontrol jumlah angkutan kota (angkot) yang beroperasi di Ibukota karena dinilai sudah mulai tak terkendali.
"Angkot juga nggak dibatasi kuotanya, beranak-pinak seenaknya, ngetem seenaknya. Itu yang harus kami cegah sekarang," ujar Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (5/1).
Selain angkot, Basuki juga sedang berupaya untuk mengajak pihak-pihak angkutan umum seperti Kopaja, Metromini, dan Kopami untuk bergabung dengan PT Transjakarta. Nantinya, mereka akan dibayar dengan sistem rupiah per kilometer.
Tak hanya itu, sopir dan kernet juga akan digaji hingga dua kali upah minimum provinsi (UMP).
Namun, belakangan ini pihak Metromini masih enggan bergabung dengan PT Transjakarta. Bahkan, sopir Metro Mini menuntut gaji lebih tinggi dari yang ditawarkan Ahok yaitu sebesar Rp 8 juta per bulan.
Editor : Sotyati

Gempa Magnitudo 6.0 Guncang Wanokaka, NTT
KUPANG, SATUHARAPAN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sejumlah dae...