Warga Tiongkok Marah dengan Penanganan Banjir Pemerintah

BEIJING, SATUHARAPAN.COM - Kemarahan warga Tiongkok meledak pada hari Sabtu (23/7) terkait banjir yang mengakibatkan lebih dari 150 orang meninggal atau hilang, dengan media dan netizen menuduh kelalaian pemerintah sebagai akar masalahnya.
Hujan deras melanda Tiongkok utara pekan ini dan banjir bandang. Hebei dan Henan provinsi yang terburuk dilanda banjir bandang dan tanah longsor.
Setidaknya 114 orang tewas di Hebei, dengan 111 hilang dan 53.000 rumah hancur, kata para pejabat.
Hal tersebut menjadi fokus ketidakpuasan publik terhadap respons pemerintah dalam menanggulangi bencana.
Warga desa yang marah menyalahkan pejabat lokal karena gagal memperingatkan mereka tentang ancaman banjir yang akan datang.
Gambar dari TV satelite Hebei menunjukan salah satu warga mengatakan air sudah setinggi dada sebelum alarm peringatan dibunyikan.
Sebuah foto menunjukkan keadaan paska banjir seperti tiang telepon tumbang dan reruntuhan rumah-rumah terendam lumpur coklat. (AFP)

Gempa Magnitudo 6.0 Guncang Wanokaka, NTT
KUPANG, SATUHARAPAN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sejumlah dae...