Ancaman Inflasi ke Depan Diprediksi dari Komoditas Pangan

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Ancaman inflasi dipredeksi masih berasal dari komoditas pangan, hal itu dikatakan, Menteri Keuangan, Bambang P.S. Brodjonegor di Kantor Menteri Keuangan pada hari Jumat (1/4).
Menurutnya, harga komoditas pangan seperti beras atau padi mengalami penurunan lantaran bulan ini merupakan musim panen sehingga kata dia, inflasi bulan ini mengalami penurunan.
"Kita ini baru panen sehingga inflasi mengalami penurunan," kata dia.
Namun kata dia, inflasi harus diperhatikan sesudah terjadinya panen komoditas pangan yang diparkirakan akan terjadi pada bulan Juni hingga Desember.
Sementara itu Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mencatat laju inflasi nasional pada Maret 2016 sebesar 0,19 persen.
"Inflasi ini cukup terkendali karena pemerintah mampu mengendalikan harga," kata Kepala BPS Suryamin.
Sementara inflasi tahun kalender dari Januari sampai Maret 2016 tercatat 0,62 persen dan laju inflasi secara tahunan (year on year) 4,45 persen.
Inflasi inti tercatat mencapai 0,21 persen pada Maret dan inflasi inti secara tahunan 3,5 persen.
Pada Maret, kelompok bahan makanan menyumbang inflasi 0,69 persen dan kelompok sandang 0,55 persen.
"Masih ada komoditas yang menyumbang inflasi, seperti ikan yang diawetkan, sayur-sayuran, bumbu-bumbuan serta lemak dan hewan nabati," jelas Suryamin.
Editor : Eben E. Siadari

Gempa Magnitudo 6.0 Guncang Wanokaka, NTT
KUPANG, SATUHARAPAN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sejumlah dae...