Diplomat Afghanistan Serukan Internasional Tak Akui Pemerintahan Taliban
SATUHARAPAN.COM-Sekelompok diplomat Afghanistan dari pemerintah Kabul yang digulingkan mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan para pemimpin masyarakat internasional untuk menolak pengakuan resmi terhadap Taliban dan menyalahkan mereka karena meninggalkan negara "di bawah belas kasihan kelompok teroris."
Pernyataan itu ditandatangani oleh 24 pejabat yang pernah bekerja di kedutaan asing dan misi internasional, hari Rabu (15/9).
“Kami berkecil hati bahwa setelah dua puluh tahun keterlibatan, sekutu kami meninggalkan Afghanistan dan meninggalkan orang-orang kami di bawah belas kasihan kelompok teroris. Kami sangat yakin bahwa pengambilalihan militer oleh Taliban di Afghanistan akan memperpanjang penderitaan warga Afghanistan dan selanjutnya akan merusak keamanan internasional,” tulis para diplomat.
Mereka menambahkan: “Keberhasilan Taliban dalam merebut kekuasaan melalui cara-cara ilegal dan kekerasan dan mendirikan pemerintahan mereka akan memiliki konsekuensi bencana bagi keamanan regional dan global, karena hal itu memberanikan kelompok teroris dan ekstremis kekerasan di seluruh dunia.”
Para diplomat mendesak para pemimpin internasional untuk “menggunakan semua cara yang tersedia untuk mengakhiri kekerasan Taliban terhadap perempuan, masyarakat sipil, aktivis dan jurnalis.”
Mereka juga menyerukan pembentukan “pemerintahan yang dinegosiasikan secara politis, inklusif dan sah” di Afghanistan.
Taliban menguasai Afghanistan pada 15 Agustus dan tak lama setelah mengumumkan pemerintahan sementara yang semuanya laki-laki yang terdiri dari tokoh-tokoh senior kelompok itu. (Al Arabiya)
Editor : Sabar Subekti
Kremlin: AS Izinkan Ukraina Gunakan Senjata Serang Rusia Mem...
MOSKOW, SATUHARAPAN.COM-Kremlin mengatakan pada hari Senin ( 18/11) bahwa pemerintahan Presiden Amer...