Empat Tersangka Kasus TPPU Hotel Arrus Semarang Ditangkap
JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Sebanyak empat orang menjadi tersangka dalam kasus judi online di situs Agen138. Situs tersebut salah satunya terkait dengan aliran dana untuk pembangunan hotel Arrus di Semarang sebagai Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji, mengatakan empat tersangka yakni inisial JO, JG, AHL, dan KW. Khusus JO, dia adalah residivis perjudian online juga tahun 2023 yang telah divonis tujuh bulan.
“Kasus yang berhasil kita lakukan penangkapan adalah dengan website Agen 138, yang ini beberapa waktu yang lalu berkaitan dengan penyitaan Hotel Aruss,” kata Brigjen Himawan Bayu Aji, hari Selasa (21/1/2025).
Adapun peran ketiga tersangka yang ditangkap di Lampung JO, JG, dan AHL yaitu sebagai operator deposit, withdrawal, dan operator customer service website Agen138. Dari tangan mereka, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti mobil hingga uang tunai.
Sementara KW ditangkap satu pekan kemudian. KW berperan sebagai manajer customer service dari website Agen138. Dari tangan tersangka, pihaknya total menyita aset website judi online Agen138 sebesar Rp 5.184.058.779 miliar.
“Barang bukti yang berhasil diamankan dari ketiga tersangka, antara lain lima buah buku rekening, enam buah kartu ATM, lima unit PC, lima unit modem, satu unit token internet banking, delapan unit handphone, dua unit mobil, uang tunai sebesar Rp 475 juta,” kata Himawan.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 45 Ayat 3 Jo Pasal 27 ayat 2 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 82 dan/atau Pasal 85 Undang-undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Tidak Pidana Transpor Dana.
Ancaman pidana menjerat para tersangka dengan 20 tahun penjara.
Editor : Sabar Subekti
Tiga Langkah Menenangkan Pikiran Sebelum Tidur
JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Masalah pekerjaan, hubungan, dan finansial bisa menimbulkan kekhawatiran ...