Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 17:57 WIB | Rabu, 11 Oktober 2023

Hamas Perintahkan Penduduk Meninggalkan Wilayah Askhelon, Israel

Rusia beri hadiah Hamas piala berupa senjata buatan AS dan Eropa.
Warga Palestina mencari korban di bawah reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan Israel di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, pada hari Minggu, 8 Oktober 2023. (Foto: Reuters)

GAZA, SATUHARAPAN.COM-Juru bicara sayap bersenjata Hamas, Abu Ubaida, mengatakan kepada penduduk pelabuhan Ashkelon di Israel untuk meninggalkan daerah itu pada pukul 17:00 sore. (14:00 GMT) pada hari Selasa (10/10), tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Sementara itu, sirene terdengar di Tel Aviv, memperingatkan kemungkinan serangan roket, kata militer Israel.

Israel telah menggempur Gaza dengan serangan udara paling sengit dalam 75 tahun sejarah konfliknya dengan Palestina sejak Hamas melancarkan serangan mematikan ke Israel pada hari Sabtu (7/10).

Piala dari Rusia untuk Hamas

Sementara itu, Rusia memberikan kepada kelompok militan Palestina Hamas “sebuah piala” yang merupakan senjata diproduksi oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa yang mereka rampas selama perang melawan Ukraina, untuk mendiskreditkan Kiev dan berdampak pada hubungannya dengan sekutu Barat, menurut laporan intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina.

“Intelijen Rusia sedang melakukan kampanye untuk mendiskreditkan Ukraina di Timur Tengah. Rusia menggunakan serangan Hamas terhadap Israel untuk provokasi besar-besaran terhadap Ukraina,” kata Intelijen Pertahanan Ukraina.

Intelijen Ukraina melaporkan bahwa Rusia telah mengirimkan piala senjata yang diproduksi di AS dan UE dan disita selama permusuhan di Ukraina kepada militan Hamas.

“Langkah berikutnya dalam rencana Rusia adalah tuduhan palsu terhadap militer Ukraina yang diduga menjual senjata Barat kepada teroris secara rutin,” kata Intelijen Pertahanan Ukraina.

“Provokasi musuh lainnya bertujuan untuk mendiskreditkan Angkatan Bersenjata Ukraina dan penghentian total bantuan militer ke Ukraina oleh mitra Baratnya,” tambahnya.

Meningkatnya ketegangan di Israel dimulai pada hari Sabtu (7/10) ketika Hamas melancarkan serangan mendadak yang tidak terduga dan belum pernah terjadi sebelumnya. Didukung oleh rentetan roket, militan Hamas menerobos blokade dari Jalur Gaza ke kota-kota Israel yang berdekatan. Serangan mendadak ini mengakibatkan banyak korban jiwa dan penculikan, lebih dari 1.600 orang tewas dan ribuan lainnya terluka.

Israel, sebagai tanggapannya, melancarkan serangan udara terhadap sasaran-sasaran di Gaza dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan keadaan perang dengan Hamas, dan bersumpah untuk memberikan dampak yang tidak ada bandingannya terhadap kelompok militan tersebut. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home