Irak Panggil Dubes Turki untuk Protes Keberadaan Tentara
BAGHDAD, SATUHARAPAN.COM - Kementerian Luar Negeri Irak pada Kamis (13/10) memanggil duta besar Turki untuk memprotes keberadaan pasukan Turki di Irak utara tanpa izin Baghdad, kata seorang juru bicara kementerian.
Pasukan Turki dikerahkan di daerah Bashiqa di dekat kota Mosul yang dikuasai ekstremis, dan perdana menteri Turki mengatakan bahwa mereka akan tetap ditempatkan di sana meskipun Baghdad menuntut penarikan mereka.
Duta besar Turki menerima “protes resmi bernada keras” terkait “keberadaan lebih lanjut pasukan Turki di dekat Bashiqa dan pernyataan tidak pantas dari kepemimpinan mereka baru-baru ini,” kata juru bicara Ahmed Jamal kepada AFP.
Pada pekan ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyuruh Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi untuk “tahu diri” dan mengatakan dia “tidak selevel dengan saya”.
Dan Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan pekan lalu bahwa pasukan negara itu akan tetap ditempatkan di sana “tidak peduli apa apapun yang dikatakan pemerintah Baghdad.”
Abadi berulang kali menuntut bahwa tentara Turki harus ditarik dan mengatakan mereka tidak akan terlibat dalam operasi mendatang untuk merebut kembali Mosul dari tangan kelompok Islamic State (ISIS).
Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat pada pekan ini mengeluarkan pernyataan yang secara implisit mendukung sikap Irak, mengatakan bahwa: “Kami percaya semua pasukan internasional di Irak harus berada di sana dengan persetujuan dan koordinasi dengan pemerintah Irak.”
Pasukan Irak sedang menyiapkan operasi untuk merebut kembali Mosul dari tangan ISIS, yang diperkirakan akan menjadi pertempuran paling sulit dan kompleks di negara itu untuk membasmi ekstremis. (AFP)
Rusia Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua, Menyerang Ukraina
KIEV, SATUHARAPAN.COM-Rusia meluncurkan rudal balistik antarbenua saat menyerang Ukraina pada hari K...