Kepolisian Marseille Tangkap Perusuh PE 2016
MARSEILLE, SATUHARAPAN.COM – Kepolisian Kota Marseille, Prancis, dilaporkan menangkap beberapa pendukung tim nasional Inggris yang berbuat onar dengan berkelahi di luar sebuah bar di Marseille.
“Dua orang ditangkap menjelang Euro (Piala Eropa/PE) 2016, dua warga negara Inggris berkelahi dengan warga setempat,” menurut keterangan resmi pihak berwenang Marseille, hari Jumat (10/6), dan diberitakan kembali situs berita euronews.com.
Menurut laporan Kepolisian Marseille, aparat berwajib menggunakan gas air mata untuk meredakan insiden. Jumlah korban luka ringan, menurut laporan Kepolisian Marseille, berjumlah 13 orang, semuanya adalah pendukung tim nasional Inggris.
Saksi mata, tidak disebut namanya, yang memberi keterangan kepada Kepolisian Marseille mengatakan ada beberapa suporter tim nasional Inggris yang berteriak dengan seruan kebencian. “ISIS (Islamic State Iraq and Syria, Red), di mana kau?,” menurut keterangan resmi kepolisian.
Saksi mata menuturkan, setelah beberapa orang suporter tim nasional Inggris mengulangi pertanyaan bernada kebencian tersebut, sontak beberapa pemuda Kota Marseille langsung naik pitam dan terlibat saling lempar batu, dan benda-benda tajam yang ada di jalan raya di luar bar tersebut.
Asisten Kepala Kepolisian Inggris, Mark Roberts, mengkonfirmasi bahwa ada warga negara Inggris yang ditangkap dalam kerusuhan tersebut. “Saat insiden terjadi ada sekitar 70 pemuda di dalam bar, di dalam bar tersebut berisi banyak suporter tim nasional inggris,” kata Roberts.
Roberts mempercayakan penanganan masalah kerusuhan suporter kepada Kepolisian Marseille.
Dalam Piala Eropa (PE) 2016 Inggris berada di Grup B bersama dengan Rusia, Slovakia dan Wales.
Menanggapi insiden kerusuhan yang terjadi di Marseille, Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) merilis pernyataan resmi yang mengungkapkan penyesalan mereka.
UEFA memberikan kepercayaan penuh kepada pemerintah daerah di setiap kota di Prancis untuk menjaga ketertiban.
“UEFA menyesalkan bentrokan yang terjadi di Marseille. Kami yakin bahwa keselamatan para penonton dari negara asing harus menjadi prioritas petugas keamanan dari pemerintah daerah yang bertanggung jawab,” demikian sebut pernyataan UEFA. (euronews.com)
Editor : Sotyati
Mencegah Kebotakan di Usia 30an
JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Rambut rontok, terutama di usia muda, bisa menjadi hal yang membuat frust...