Loading...
SAINS
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 04:58 WIB | Jumat, 28 Februari 2014

Menkokesra: Penegakan Hukum Solusi Atasi Kebakaran Lahan

Sejumlah pegawai Pemprov Riau mengenakan masker akibat asap yang makin pekat menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Senin (24/2). BMKG Pekanbaru menyatakan titik panas pada 24 Februari meningkat drastis di Sumatera hingga mencapai 1.398 titik, sebanyak 1.234 titik panas berada di Riau. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan penegakan hukum adalah solusi untuk mengatasi kebakaran lahan yang terjadi di Riau dan beberapa provinsi lain di Tanah Air.

"Itu karena sebagian besar terbakarnya lahan yang terjadi adalah dibakar dan bukan karena alam, maka penegak hukum adalah solusinya," kata Agung Laksono dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri tentang `Antisipasi Dampak Musim Kemarau dan Pengendalian Karhutla` di Jakarta, Kamis (27/2).

Menurut dia, pemerintah daerah yang merupakan penanggungjawab atau responder terdepan dalam penanggulangan kebakaran lahan yang didukung oleh Pemerintah Pusat.

Namun pemegang komando menurut dia adalah (BNPB), sementera Pemerintah Pusat akan menyiagakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), `water boombing` dari udara dan Manggala Agni.

Rakor tersebut juga dihadiri Menteri Pertanian, Menteri Kehutanan, Menteri Dalam Negeri, Kepala BNPB, Kepala BMKG serta Wakil Gubernur Riau serta Wakil Gubernur Kalimantan Tengah.

Sementara itu, kebakaran lahan di Provinsi Riau menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menghanguskan belasan ribu hektare lahan hutan alam, perkebunan, serta hutan tanam industri.

Ratusan rumah dikabarkan juga telah turut hangus ketika kawasan lahan yang terbakar merambat rumah-rumah warga di beberapa kabupaten/kota seperti Indragiri Hilir dan Bengkalis.

"Alat utama sistem pertahanan (Alutsista) di Lapangan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru juga telah siap untuk membantu pemerintah dalam mengatasi kebakaran lahan yang kian meluas di Riau," kata Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Mayor Sus Filpadri.

Yang jelas, kata dia, untuk saat ini ada satu skuadron pesawat Hawk 100/200 dan helikopter yang `standby`.

Selain itu, kata dia, juga ada pesawat Cassa yang juga sebelumnya pernah membantu dalam pemantauan titik kebakaran lahan serta mengupayakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang saat ini juga siaga. (Ant)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home