Mesir Bantah Keterlibatan ISIS dalam Jatuhnya Pesawat Rusia
KAIRO, SATUHARAPAN.COM – Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi membantah klaim propaganda dari afiliasi kelompok Islamic State (ISIS) yang mengatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas jatuhnya sebuah pesawat Rusia, seperti yang dilaporkan oleh BBC pada Selasa (3/11).
Pernyataan Sisi disampaikan setelah seorang pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) mengatakan ISIS “tidak mungkin” terlibat dalam tragedi jatuhnya maskapai penerbangan Kogalymavia di atas semenanjung Sinai yang menewaskan 224 orang pada Sabtu (31/10).
“Ketika muncul propaganda bahwa pesawat tersebut jatuh karena ISIS, itu hanyalah salah satu cara untuk merusak stabilitas dan keamanan Mesir serta citra Mesir,” kata Sisi kepada BBC.
“Percayalah, situasi di Sinai -- terutama di daerah terpencil ini -- berada di bawah kendali kami sepenuhnya,” dia menambahkan. “Semua pihak yang tertarik dalam insiden tersebut dipersilakan untuk berpartisipasi dalam penyelidikan ini.”
Sejumlah pakar mengatakan bahwa puing-puing dan jenazah yang berserakan di wilayah yang luas menunjukkan bahwa pesawat itu meledak di udara.
Direktur Badan Intelijen Nasional Amerika Serikat James Clapper pada Senin (2/11) mengatakan dia tidak mengesampingkan keterlibatan ISIS dalam insiden pada Sabtu itu tapi dia berpendapat rasanya “tidak mungkin”.
“Kami belum memiliki bukti keteribatan teroris,” katanya.
Pada Senin (3/11), pihak maskapai penerbangan mengatakan pesawat tersebut jatuh karena faktor “eksternal” dan membantah kerusakan mesin atau kesalahan manusia dalam kecelakaan itu.
Editor : Eben E. Siadari
Korban Pelecehan Desak Vatikan Globalkan Kebijakan Tanpa Tol...
ROMA, SATUHARAPAN.COM-Korban pelecehan seksual oleh pastor Katolik mendesak Vatikan pada hari Senin ...