DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 07:23 WIB | Senin, 31 Maret 2025

Militer Israel Mulai Aktivitas Darat, Perluas Zona Keamanan di Gaza Selatan

Hamas sebarkan video sandera warga Israel.
Tentara Israel ambil bagian dalam operasi di dekat Kamp Jenin, di Tepi Barat yang diduduki Israel, 24 Februari 2025. (Foto: Reuters)

JALUR GAZA, SATUHARAPAN.COM-Militer Israel mengatakan pada hari Sabtu (29/3) bahwa mereka telah memulai "aktivitas darat" di lingkungan Jneina di Rafah untuk memperluas apa yang digambarkannya sebagai zona keamanan di Gaza selatan.

Pada tanggal 18 Maret, Israel melanjutkan pengeboman dan operasi darat di Hamas yang dikatakan dimaksudkan untuk meningkatkan tekanan pada kelompok militan Palestina Hamas agar membebaskan para sandera.

Sementara itu, sayap bersenjata Hamas pada hari Sabtu (29/3) merilis rekaman yang menunjukkan seorang sandera Israel di Gaza meminta pemerintah untuk membebaskannya, video kedua yang dibagikan oleh kelompok militan tersebut dalam beberapa hari.

Kelompok kampanye Forum Sandera dan Keluarga Hilang mengidentifikasi pria tersebut sebagai Elkana Bohbot, yang diculik dari lokasi festival musik di Israel selatan selama serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023 yang memicu perang.

Rekaman tersebut berdurasi lebih dari tiga menit, memperlihatkan Bohbot berbicara dalam bahasa Ibrani dan berulang kali mengangkat tangannya dengan putus asa saat ia memohon kebebasannya.

AFP tidak dapat memverifikasi kapan atau di mana di Jalur Gaza video tersebut direkam.

Bohbot terlihat bersama dengan tawanan lainnya, Yosef Haim Ohana, dalam sebuah video yang dirilis pada hari Senin oleh Brigade Ezzedine Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas.

Dalam rekaman tersebut, kedua pria tersebut berbicara tentang bahaya yang mereka hadapi sejak serangan udara Israel di Gaza dilanjutkan pada tanggal 18 Maret, setelah lebih dari dua bulan gencatan senjata.

Dalam video hari Sabtu, Bohbot kembali mengatakan bahwa pemboman yang sedang berlangsung dapat merenggut nyawanya, memohon untuk dipersatukan kembali dengan istri dan putranya.

Sejak Israel memperbarui serangannya di Gaza, Hamas telah memperingatkan bahwa operasi militer dapat membahayakan para sandera.

Dari 251 sandera yang disandera selama serangan Hamas tahun 2023 terhadap Israel, 58 orang masih ditawan di Gaza, termasuk 34 orang yang menurut militer Israel telah tewas.

Serangan Israel yang kembali terjadi menyusul kebuntuan selama berminggu-minggu dalam perundingan untuk memperpanjang gencatan senjata yang dimulai pada 19 Januari. (Reuters/AFP)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home