Loading...
SAINS
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 14:08 WIB | Kamis, 30 Januari 2014

NSA Mengintai Melalui Aplikasi Permainan Angry Birds

Angry Birds menjadi sasaran mata-mata NSA. (foto: ibtimes.com)

AMERIKA SERIKAT, SATUHARAPAN.COM – Agen Keamanan Nasional (NSA) dan lembaga yang setara dengan NSA asal Inggris menyadap aplikasi dan permainan seperti Rovio Angry Birds untuk mengintai sejumlah data pribadi yang diambil yang dikumpulkan oleh perangkat lunak dari pengguna ponsel pintar. Data yang diintai adalah data pribadi seperti usia, lokasi, jenis kelamin, dan bahkan perilaku seksual.

Melihat kepada dokumen pribadi yang diberikan oleh mantan karyawan CIA dan mantan kontraktor NSA, Edward Snowden (30) yang mengungkap berbagai laporan rinci mengenai upaya untuk mengumpulkan informasi data pribadi dari pengguna ponsel tersebut melalui operator ponsel dan perangkat ponsel pintar dengan memanfaatkan “kebocoran” pada sistem aplikasi.

Snowden membongkar pengintaian tersebut kepada The Guardian pada akhir tahun 2012 lalu dengan memberikan sejarah rinci pengawasan badan kegiatan elektronik dan aplikasi permainan. Dokumen-dokumen NSA juga menyatakan bahwa organisasi intelijen Inggris dan Amerika memaksa untuk memata-matai aktivitas online melalui Xbox Live, Second Life dan MMO “World of Warcraft” sejak tahun 2006. Itu artinya pemerintah telah memantau Anda melalui Gears of War selama delapan jam sepanjang tujuh tahun ini.

“Ketika pengguna ponsel pintar ini membuka aplikasi Angry Birds, yang merupakan salah satu aplikasi paling populer, dimana sang pengguna mulai melempar burung kepada babi hijau yang tertawa terbahak-bahak, mata-mata bisa bersembunyi di halaman untuk mengambil data yang berupa lokasi pemain, usia, jenis kelamin dan informasi pribadi lainnya,” menurut New York Times, Senin (27/1).

“NSA dan Markas Komunikasi Pemerintah Inggris bekerja sama tentang bagaimana mengumpulkan dan menyimpan data dari puluhan aplikasi ponsel pintar pada 2007, menurut dokumen yang diberikan oleh Edward J. Snowden.”

Upaya curang tersebut ada pada bagian yang disebut “Gelombang Ponsel” menurut sebuah dokumen yang ada pada dokumen Inggris tahun 2011 menargetkan pengguna ponsel dimana disitu disebutkan bahwa iPhone dan ponsel Android sebagai sumber daya yang kaya informasi.

Jumlah data yang dikumpulkan dari pengguna tidak jelas. Dokumen-dokumen menunjukkan NSA dan lembaga Inggris secara teratur mengumpulkan informasi dan aplikasi tertentu, terutama aplikasi lama. Dengan aplikasi dan permainan baru seperti Angry Birds keluaran tahun 2009, beberapa lembaga memiliki kemampuan secara terbuka mengumpulkan informasi pribadi dari pengguna, namun masih belum jelas apakah yang dimata-matai oleh pemerintah itu berguna atau tidak.

Informasi tertentu yang mungkin lebih sensitif adalah dokumen rahasia Inggris dari tahun 2012 menyatakan bahwa mata-mata menggosok aplikasi untuk mencari data seperti keselarasan politik individu dan perilaku seksual. Sebuah dokumen tahun 2008 juga menyatakan bahwa, “Siapa saja yang menggunakan Google Maps pada ponsel pintarnya mendukung kinerja sistem GCHQ.”

Awal Januari ini, Presiden Obama mengakui bahwa gangguan elektronik terhadap dokumen pribadi melalui ponsel pintar menimbulkan ancaman terhadap kebebasan sipil Amerika dan mengumumkan perubahan besar pada cara dimana pemerintah menemukan dan menggunakan catatan telepon.

“Kemampuan Amerika yang unik,” kata Presiden Obama dalam pidatonya di Departemen Kehakiman pada Jumat (17/1). “Dan kekuatan teknologi baru seperti ini berarti bahwa ada kendala teknis sedikit dan lebih sedikit pada apa yang bisa kita lakukan. Yang menempatkan kewajiban khusus pada kita untuk mengajukan pertanyaan sulit tentang apa yang harus kita lakukkan.”

Presiden Obama juga berempati dengan orang Amerika yang mungkin khawatir tentang kebebasan pribadi terhadap penggunaan elektronik. “Ditengah kerepotan kami untuk menanggapi berbagai ancaman dan risiko memungkinkan bahwa kita kehilangan beberapa kebebasan inti kami dalam mengejar keamanan juga menjadi lebih jelas,” tambahnya.

“Kombinasi dari meningkatnya informasi digital dan komputer yang canggih menawarkan badan-badan intelijen kemungkinan memilah-milah sejumlah besar data massal untuk mengidentifikasi pola atau mengejar petunjuk yang dapat menggagalkan ancaman yang akan datang. Ini adalah alat yang ampuh. Tapi upaya pengumpulan yang dilakukan oleh pemerintah dan penyimpanan data massal seperti itu juga menciptakan potensi untuk disalahgunakan.” (ibtimes.com)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home