Penghargaan Kalpataru Dikembalikan Ke Istana
JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Piala Kalpataru kategori penyelamat lingkungan pada tahun 2010 yang diraih Hasoloan Manik selaku Ketua Lembaga Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (Pilihi) Sumut diletakkan di jalan raya di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/9). Pengembalian Piala Kalpataru kepada Presiden RI tersebut sebagai protes tidak adanya upaya pemerintah mengatasi kerusakan lingkungan di Sumut khususnya hutan alami di sekitar Danau Toba.
Sebelumnya mereka sudah mendatangi kepada instansi pemerintah baik dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan dan Istana, namun sekalipun belum ada tanggapan dari instansi tersebut.
Maka dengan itu mereka mengambil keputusan untuk mengembalikan penghargaan Kalpataru ke Istana Presiden. Karena menurut mereka "lebih baik menanam pohon diarea terbuka dari pada menyimpan penghargaan di dalam lemari yang tidak ada gunanya."
Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja

Gempa Magnitudo 6.0 Guncang Wanokaka, NTT
KUPANG, SATUHARAPAN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sejumlah dae...