Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 18:23 WIB | Kamis, 11 Agustus 2016

Pesenam Korsel dan Korut Swafoto Bersama di Olimpiade

Pesenam ritmik putri Korea Utara, Hong Un Jong (kiri) dan pesenam ritmik putri Korea Selatan, Lee Eun Ju (kanan) setelah berlomba di Olimpiade 2016. (Foto: bbc.com)

RIO DE JANEIRO, SATUHARAPAN.COM – Dua pesenam berbeda negara, Hong Un Jong, asal Korea Utara dan, Lee Un Ju, asal Korea Selatan melakukan swafoto bersama setelah keduanya berpartisipasi di cabang olahraga senam di Olimpiade 2016.

Menurut abcnews.go.com, hari Rabu (10/8), foto itu disebut banyak orang sebagai momen persatuan dua negara yang terletak di Semenanjung Korea tersebut.

Dua atlet muda tersebut berasal dari dua negara yang bermusuhan secara politik selama lebih dari 60 tahun.

Dalam foto tersebut terlihat Lee Eun Ju, tersenyum dan mengedipkan mata berkedip sambil sesekali tersenyum.

Pesenam berusia 17 tahun tersebut mengacungkan jari telunjuk dan tengah membentuk huruf “V” ke arah kamera. Lee melakukan gerakan tersebut sambil bersandar ke arah Hong Un Jong.  

Menurut ahli politik Ian Bremmer yang  memposting foto tersebut di akun twitter-nya (@ianbremmer). “Pesenam dari Korea Utara dan Korea Selatan berswafoto bersama. Ini adalah alasan pentingnya Olimpiade," tulis Bremmer di caption-nya.

Tulisan tersebut di retweet lebih dari 20.000 pengikut Ian Bremmer.

Foto tersebut melahirkan berbagai reaksi, ada yang memuji foto tersebut, namun di sisi lain ada yang cemas dengan keselamatan pesenam putri Korea Utara tersebut bila kembali ke rumah.

Sementara itu jurnalis asal Korea Selatan, Lee Young Jong, mengatakan di Daily Star, undang undang di Korea Utara memungkinkan eksekusi mati seseorang yang bersalah.

Menurut jurnalis yang bekerja untuk Korea Daily dan sering melakukan peliputan di Korea Utara tersebut tindakan seperti yang dilakukan Hong Un Jong dapat dianggap bersekongkol menggulingkan pemerintah, makar dan terorisme.

Tindakan tersebut dianggap  tidak menghormati pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

 Menurut Young Jong saat ini di Korea Utara banyak eksekusi yang dilakukan di bawah kepemimpinan Kim Jong Un hanya karena masalah yang sepele seperti menonton film Korea Selatan, menonton pornografi atau memiliki Alkitab.  (abcnews.go.com/dailystar.co.uk)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home