Pungli, Oh... Pungli
SATU HARAPAN.COM Kemarin teman saya kena pungli (pungutan liar) dan mendapat pelayanan berbelit-belit saat mengurus perpanjangan SIM. Mendengar ceritanya saya terharu karena teringat pengalaman saya hampir kena pungli besar-besaran tiga tahun lalu.
Saat itu saya hendak melegalisasi surat kenal lahir saya untuk keperluan penting. Berhubung ada banyak aturan baru, maka saya merasa perlu antisipasi. Saya tanya sana-sini lalu mengunjungi situs instansi yang mengurus akta kelahiran di internet. Setelah mencetak informasi yang diperlukan dari internet saya siap mengurusnya.
Awalnya semua berjalan baik. Ketika berbicara soal biaya, radar saya mulai berdengung tanda harus waspada. Sang Petugas menyebutkan sejumlah angka jutaan yang harus saya bayar. Ia mengatakan bahwa saya lalai tidak mengurus akta kelahiran sehingga saya terkena denda.
Saya tertawa kecil dan mengatakan umur saya jauh lebih tua dari aturan yang berlaku sekarang ini, jadi tidak mungkin saya terkena denda. Lalu saya perlihatkan kepada dia informasi resmi biaya legalisasi akta kelahiran yang saya cetak dari internet. Sambil pura-pura sibuk merapikan berkas di mejanya dia mengganti topik pembicaraan, saya pun selamat dari permainan pungli.
Bukan rahasia lagi pungli membudaya di bangsa kita. Jangankan tetangga kita, bangsa lain pun sudah mengetahuinya. Namun, itu tidak berarti kita harus pasrah saja menerimanya sambil bersungut-sungut. Sebaliknya, kita perlu menghadapi permainan pungli dengan aturan main yang benar, yaitu mengingatkan Sang Petugas. Atau, seperti yang teman saya lakukan yaitu menegur petugas itu dan mengancam akan melaporkan kepada yang berwenang.
Dengan demikian Sang Petugas tertolong tidak melakukan pungli dan kita pun melakukan tanggung jawab kita, yaitu membekali diri dengan pengetahuan dan memberantas pungli yang tidak perlu.
Editor: ymindrasmoro
Email: inspirasi@satuharapan.com
Laporan Ungkap Hari-hari Terakhir Bashar al Assad sebagai Pr...
DAMASKUS, SATUHARAPAN.COM-Presiden terguling Suriah, Bashar al Assad, berada di Moskow untuk menghad...