Loading...
INDONESIA
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 09:14 WIB | Rabu, 14 September 2016

Sampit Kondusif Setelah Warga Dayak Dibunuh oleh Orang Madura

Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan (tengah) setelah melakukan ekspose (gelar perkara) kasus pembunuhan yang mereka ungkap pada hari Jumat (9/9). (Foto: Borneonews.co.id/M. Hamim)

SAMPIT, SATUHARAPAN.COM – Kondisi keamanan Kota Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah saat ini sudah kondusif setelah adanya peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh pemuda Madura terhadap warga Dayak.

“Kemarin memang ada peristiwa pembunuhan (terhadap warga Dayak oleh pemuda Madura) tapi kondisi keamanan Sampit sudah kondusif,” kata salah satu warga Sampit, Mezisita Herlina kepada satuharapan.com melalui telepon, hari Rabu (14/9).

Dia mengatakan gesekan antarsuku kali ini dapat lebih dini diatasi karena masing-masing ketua adat sudah bertemu dan menyelesaikan masalah tersebut dengan komunikasi damai.

Isu bentrok antarsuku ini berawal dari pembunuhan yang dilakukan oleh pemuda Madura berinisial IM (17) yang berasal dari Kecamatan Baamang, Kotawaringin Timur, nekat menghabisi nyawa Hendri Priwani (23) pada hari Rabu (7/9).

Alasannya adalah dia tidak terima perlakuan korban yang memukul ayahnya. Akhirnya dia mengambil celurit dan menebaskannya ke korban.

Setelah diringkus polisi, dia mengakui dan menyesali perbuatannya. Selain itu, dia juga sudah meminta maaf kepada keluarga korban.

Legislator Minta Polisi Tertibkan Akun Medsos Provokatif

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Muhammad Shaleh meminta pihak berwajib untuk bertindak tegas terhadap pemilik akun media sosial yang bernada provokatif setelah peristiwa ini.

“Hujatan dan cacian yang tersebar di medsos seperti facebook harus ditertibkan sebab telah mengandung provokasi suku, agama, ras dan antargolongan,” kata Muhammad Shaleh seperti yang dikutip dari Antara, hari Senin (12/9).

Menurut Shaleh, pengunggah informasi di media sosial pada umumnya orang yang tidak memahami atau mengetahui secara pasti kejadian yang sebenarnya, sehingga informasi itu melenceng dari fakta yang sebenarnya.

Informasi itu, kata dia, cukup berbahaya jika tidak segera ditertibkan karena akan memicu konflik. Dia juga meminta masyarakat tidak terpengaruh terhadap isu yang beredar.

“Saya harap masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi dengan isu yang menyesatkan tersebut. Masyarakat meningkatkan kewaspadaan yang menjaga lingkungannya masing-masing,” kata dia.

Sementara itu, Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP Hendra Wirawan membantah isu bahwa di wilayahnya telah terjadi kerusuhan.

“Insiden terbunuhnya seorang warga atas nama Hendri Priwani pada hari Rabu (7/9) lalu merupakan tindakan kriminal murni dan tidak ada kaitannya dengan rusuh,” kata dia. 

Pelaku dan orang tua pelaku yang diduga terlibat dalam pembunuhan saat ini sudah diamankan polisi.

“Terhadap pelaku IM dijerat pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara. Kedua pelaku yang merupakan ayah dan anak saat ini ditahan di Polres Kotawaringin Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata dia.(borneonews.co.id/Ant)

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home