Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 12:31 WIB | Sabtu, 13 Agustus 2016

Selandia Baru Berhenti Gunakan Pakan Minyak Sawit

Ilustrasi: Penebangan hutan di Jambi untuk perkebunan kelapa sawit. (Foto: dw.com)

SELANDIA BARU, SATUHARAPAN.COM - Perusahaan pertanian milik negara Selandia Baru, Lancorp, mengatakan akan berhenti menggunakan produk ampas minyak sawit untuk pakan hewan. Landcorp menegaskan komitmennya bagi perlindungan lingkungan.

Landcorp mengumumkan hari Senin (8/8), akan berhenti menggunakan produk minyak sawit mulai pertengahan tahun 2017.

Aktivis perlindungan lingkungan mengaitkan pertumbuhan industri kelapa sawit dengan perusakan hutan di Indonesia, yang pada gilirannya berkontribusi terhadap ancaman hilangnya spesies langka seperti harimau Sumatera.

Direktur Utama Landcorp Steven Carden mengatakan kepada kantor berita Associated Press (AP), seperti yang dikutip dari dw.com, bahwa konsumen di seluruh dunia sekarang ingin produk alami, termasuk daging ternak yang diberi makan rumput dan susu alami.

"Kami benar-benar memperhatikan produksi makanan kami dengan cara yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan," kata Steven Carden.

Dia mengatakan, perubahan kebijakan perusahaannya sesuai dengan perkembangan masa kini, dan merupakan langkah strategis pemasaran modern.

Perusahaan pertanian dan para petani biasanya menggunakan pakan ternak dari ampas sawit, sebagai bagian dari pakan untuk sapi perah, terutama selama musim dingin, atau ketika pakan alami langka di pasaran.

Ampas sawit adalah produk sampingan dari proses produksi minyak sawit. Minyak kelapa sawit adalah bahan dasar umum dalam banyak produk rumah tangga, dari margarin sampai lipstik.

Direktur Landcorp Steve Carden mengatakan perusahaannya akan mengganti produk sawit dengan produk alternatif lokal, seperti ampas jagung dan sawi putih.

Landcorp adalah salah satu perusahaan pertanian terbesar di Selandia Baru, dengan 140 peternakan dan sekitar 850.000 hewan ternak. Landcorp menggunakan sekitar 15.000 metrik ton ampas kelapa sawit setiap tahun.

Tapi para peternak sapi perah yang memasok susu untuk perusahaan Fonterra, produsen pertanian terbesar di Selandia Baru, mengatakan akan tetap menggunakan ampas sawit sebagai paka ternak.

Fonterra hari Senin (8/8) mengatakan, tidak mengikuti langkah Landcorp dan akan tetap menggunakan ampas sawit.

Dalam sebuah pernyataan, Fonterra menyebutkan sejak 2015, telah mengeluarkan panduan untuk para petani agar membatasi penggunaan produk sawit.

Fonterra mengatakan ampas sawit tetap memainkan peran penting untuk mendukung kesehatan hewan, terutama ketika kualitas rumput menurun atau selama suplai kurang pada musim kemarau. Fonterra juga mengatakan, produk sawit dipasok dari petani yang menanam secara bertanggung jawab dengan kebijakan "nol deforestasi, nol eksploitasi".

Kelompok perlindungan lingkungan Greenpeace hari Senin (8/8) mengatakan menyambut baik langkah Landcorp, dan berharap bahwa Fonterra juga akan segera mengikutinya.

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home