Daya Juang
Orang yang terbiasa berjuang untuk berhasil akan menuai kemenangan berulang kali.
SATUHARAPAN.COM – Ingat Okky Asokawati, peragawati nasional kondang yang bertahan pada puncak tangga ketenaran selama bertahun-tahun itu? Konon ketika kecil, ia sering ditertawakan karena badannya yang amat kurus. Ketika itu fisik ideal peragawati bukan yang kurus kering seperti kita lihat di media zaman sekarang, dan karena itu Okky dianggap sebagai anak perempuan kurang gizi.
Namun, kemudian muncullah Twiggy, peragawati kurus yang sukses di catwalk skala internasional, yang menghebohkan dunia karena mengubah citra dari fisik seorang peragawati ideal yang berukuran 36-24-36, menjadi tinggi-kurus-gepeng seakan hanya terdiri atas tulangbelulang. Okky lalu terinspirasi oleh Twiggy dan ingin mengikuti jejaknya. Ia mempelajari bagaimana kesuksesan seorang Twiggy bisa diraih. Salah satunya ia mendapati bahwa peragawati bisa berjalan bagus, jika menggunakan sepatu bertumit tinggi. Okky kemudian bertekad bulat untuk tidak pernah menggunakan sepatu tanpa tumit tinggi agar lenggak-lenggoknya membentuknya menjadi peragawati ideal di kemudian hari, dan ia tidak lagi diejek sebagai orang kurang gizi.
Perjuangan yang tentu tidak ringan namun sukses ia lewati dan nyatanya ia menjadi peragawati paling top Indonesia selama bertahun tahun. Selain berhasil mengubah citra dirinya, ia juga sukses memanfaatkan ”kelemahannya” menjadi kekuatan. Kurus yang ingin dihindari menjadi kurus yang diinginkan.
Tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan. Sukses besar tidak diperoleh dengan mendadak, melainkan sebagai kumpulan sukses-sukses kecil. Sukses besar tidak pernah dicapai tanpa melalui halangan. ”Mereka yang sukses adalah mereka yang melewati rintangan demi rintangan tanpa kehilangan antusiasme,” kata Winston Churchill. Jatuh itu lazim. Yang tak boleh dilakukan adalah jatuh tanpa upaya untuk bangkit kembali. Thomas Alpha Edison punya keyakinan lain lagi: ”mereka yang gagal sering kali adalah orang yang berhenti berjuang saat mereka tak menyadari betapa dekatnya mereka dengan sukses yang ditunggu.”
Kuncinya? Daya juang untuk mencapai visi! Konsisten kepada tujuan! Kemenangan adalah sebuah kebiasaan. Orang yang terbiasa berjuang untuk berhasil akan menuai kemenangan berulang kali. Sayangnya, kalah pun adalah sebuah kebiasaan: setiap orang yang memberi pupuk pada perasaan kalah dalam diri akan menuai kekalahan demi kekalahan dalam hidupnya.
Kalau sama-sama kebiasaan, mengapa kita tidak membangun kebiasaan yang membawa sukses!
Editor: ymindrasmoro
Email: inspirasi@satuharapan.com
Bebras PENABUR Challenge : Asah Kemampuan Computational Thin...
Jakarta, satuharapan.com, Dunia yang berkembang begitu cepat memiliki tantangan baru bagi generasi m...