Loading...
DUNIA
Penulis: Prasasta Widiadi 14:22 WIB | Kamis, 24 Maret 2016

ISIS Bunuh Pria Bangdalesh yang Berpindah Agama Jadi Kristen

Ilustrasi: Kepolisian Pakistan. (Foto: pakistantimes.com.pk).

DHAKA, SATUHARAPAN.COM – Islamic State Iraq and Syria atau yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS/ISIS) mengaku bertanggung jawab atas penikaman pemeluk Kristen di Dhaka, Bangladesh, Hussein Ali Sharkar.

“Pembunuhan dilakukan karena ISIS  membunuh pemuka agama lain dengan alasan akan menjadi pelajaran berharga kepada orang lain,” kata Kepala Kepolisian Distrik Kurigram, Dhaka, Bangladesh,  Tabarak Ullah, seperti diberitakan kantor berita Reuters yang mengutip situs intelijen, SITE Intelligence Group yang berbasis di Amerika Serikat (AS), hari Rabu (23/3).

Tabarak menjelaskan tiga orang menusuk Hussein. Menurut Tabarak, Hussein adalah laki-laki berusia 68 tahun yang berpindah kepercayaan dari Islam menjadi Kristen  pada tahun 1999. Tabarak mengemukakan Hussein dibunuh hingga meninggal dunia saat berdoa di pagi hari.

"Kami telah memulai penyelidikan pembunuhan itu,” kata Tabarak.  

Tabarak menjelaskan saat ini ada lima orang yang telah diinterogasi. Selama beberapa bulan terakhir, ISIS telah mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan dua orang asing, serangan terhadap anggota minoritas sekte Muslim dan kelompok agama lain, namun pemerintah membantah bahwa kelompok militan tersebut  hadir di Bangladesh.

Tabarak menjelaskan saat ini polisi juga mencurigai beberapa kelompok radikal lainnya yang tumbuh di Bangladesh salah satunya yakni Jamaat-ul-Mujahideen.

Puluhan anggota Jamaat-ul-Mujahideen yang ditangkap dan lima orang meninggal dunia dalam baku tembak yang terjadi pada November 2015 di luar Bangladesh.

Menurut situs berita rohani Gospel Herald, hari Rabu (23/3) dengan berdasar pada pernyataan Presiden Yayasan Kemanusiaan Minoritas,  Mark Arabo, Hussein hanya salah satu korban dari ribuan orang yang dibunuh kaum ekstremis karena iman.

di California, Amerika Serikat menjelaskan  banyak gereja yang saat ini  telah dibom, tempat tinggal misionaris  diambil kaum ekstremis.

“Pakaian mereka telah dilucuti. Kelompok ekstremis meninggalkan korban di gurun, ekstremis memohon seseorang untuk menyelamatkan mereka,” kata Arabo.

“Mereka telah kehilangan segala yang mereka miliki karena ekstremis, tetapi mereka tidak kehilangan iman dan harapan mereka,” kata Arabo.

Ikuti berita kami di Facebook

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home