Kekerasan di Afteng Dibahas di Sidang Dewan HAM PBB
AMERIKA SERIKAT, SATUHARAPAN.COM – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (Sekjen PBB), Ban Ki-moon, memperingatkan bahwa kekerasan mematikan yang terjadi di Republik Afrika Tengah untuk menganggu stabilitas dan mengancam proses politik.
Hal itu disampaikan Ban Ki-moon dalam pertemuan tingkat tinggi sidang Majelis Umum PBB pada hari Kamis (1/10). Ban Ki-moon mengatakan “jelas bahwa kekerasan yang terjadi baru-baru ini di Bangui bertujuan untuk menganggu stabilitas di negara itu dan mengancam jalannya proses transisi”, ujarnya.
Ban meminta kepada semua pihak meletakkan senjata mereka dalam pertemuan yang digelar dengan agenda mengatasi krisis di Afrika Tengah. Ban menambahkan, tanpa ada sumber daya untuk membantu mengatasi masalah keamanan dan stabilitas, serta memastikan hak asasi manusia (HAM) untuk semua orang, negara itu akan terancam kembali dan dilanda konflik sampai penderitaan yang terus berlarut-larut.
Saat ini para pemimpin dari perwakilan negara telah menghadiri pertemuan Majelis Umum PBB khusus untuk membahas persoalan HAM di dunia. Hadir juga pemimpin Afrika Tengah yang sempat mengatakan motif di balik lonjakan kekerasan yang terjadi di Bangui adalah rencana kudeta.
Hingga Kamis (1/10) situasi sudah kembali tenang di kota tersebut, namun ketegangan masih terasa setelah pertumpahan darah selama beberapa hari sejak hari Sabtu (26/9) lalu. Akibat tragedi itu, 36 warga tewas dan memaksa sekitar 30.000 jiwa lainnya melarikan diri dari rumah mereka. (AFP)
Editor : Eben E. Siadari
Kremlin: AS Izinkan Ukraina Gunakan Senjata Serang Rusia Mem...
MOSKOW, SATUHARAPAN.COM-Kremlin mengatakan pada hari Senin ( 18/11) bahwa pemerintahan Presiden Amer...