Loading...
INDONESIA
Penulis: Dewasasri M Wardani 16:26 WIB | Selasa, 12 Mei 2015

Menkum HAM Lapas Kekurangan Petugas Untuk Jaga

Sejumlah narapidana berada di depan kamar mereka di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas IIB Jombang, Jawa Timur, Rabu (17/7). Penghuni Lapas Jombang saat ini sebanyak 295 warga binaan terdiri dari 78 orang tahanan dan 217 narapidana dari kapasitas ideal lapas sebanyak 200 orang. (Foto: Antara/Syaiful Arif)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Menteri Hukum dan HAM Yosanna Laoly mengemukakan, kekurangan personel yang dibutuhkan guna menjaga lembaga pemasyarakatan di berbagai daerah, bahkan sampai ada lapas yang hanya dijaga dua orang petugas.

"Ada lapas yang dua orang menjaga 400 orang," kata Yosanna Laoly kepada wartawan, setelah acara pengarahan kepada peserta Rapat Koordinasi Kebijakan Perencanaan dan Penganggaran Kementerian Hukum dan HAM di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (12/5).

Menkum HAM menuturkan, hal itu sangat memberatkan karena dua orang tersebut harus menjaga ratusan orang yang pernah melakukan tindak pidana.

Karena itu, pihaknya juga telah bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan TNI.

Yosanna mencontohkan, bentuk kerja sama itu antara lain dengan memberdayakan TNI yang mau pensiun sebagai pembina lapas.

Sebelumnya, untuk menindaklanjuti masalah tidak seimbangnya jumlah petugas lapas dengan warga binaan.

Menkum HAM juga telah menandatangani MoU dengan Panglima TNI, agar para bintara TNI pada usia 53 tahun bisa beralih menjadi PNS di Pemasyarakatan hingga mencapai usia 58 tahun.

"Program ini, selain dapat memperpanjang usia produktif para pegawai juga dapat menambah jumlah petugas lapas yang rasionya 1 berbanding 45, jika dibandingkan dengan jumlah warga binaan," kata Handoyo.

Lembaga Pemasyarakatan juga terus berinovasi, untuk meningkatkan pengamanan dengan salah satunya dengan penggunaan teknologi canggih seperti kamera "CCTV" dengan sistem dari atau "online", sehingga kondisi blok-blok di lapas bisa dipantau langsung oleh menteri, para dirjen, dan petugas yang berwenang.

"Karena terkendala biaya, sementara teknologi ini kita terapkan di lapas-lapas besar yang `over` kapasitas seperti LP Cipinang. Dengan sistem `online`, kapanpun dan dimanapun saya bisa memantau kondisi blok-blok di lapas dari `gadget` saya," kata Menteri Yasonna.

Demi mewujudkan aspek transparansi, masyarakat pun bisa mengakses informasi mengenai isi dan kondisi lapas di seluruh Indonesia dengan menggunakan "gadget" atau "android" melalui laman smslap.ditjenpas.go.id.(Ant)

 

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home