Loading...
INDONESIA
Penulis: Eben E. Siadari 09:57 WIB | Kamis, 22 Oktober 2015

Murid Abu Bakar Baasyir Bertobat dan Sebut ISIS Sesat

Abu Tholut (Foto: arrahma.com)

KUDUS, SATUHARAPAN.COM - Terpidana terorisme yang sejak kemarin menikmati kebebasan bersyarat, Abu Tholut alias Mustofa (53), menegaskan tidak ingin lagi mengingat masa lalunya dan ingin memulai hidup baru. Ia juga dengan tegas mengatakan kelompok ekstremis Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS sebagai kelompok sesat, pembohong dan menumpahkan darah orang-orang tidak bersalah.

Berbicara kepada CNN di kampung halamannya di Desa Bae Pondok RT 004 RW 03 Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Abu Tholut mengatakan dirinya ingin memulai hidup baru yang damai.

"Sekarang saya ingin damai-damai saja hidup di kampung. Yang lalu itu salah," ujar Tholut, yang keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane, Semarang, kemarin (21/10).

Mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah ini dulunya dikenal ahli meracik bom seperti Umar Patek dan pendiri kamp pelatihan teroris di Aceh.

Ia mengatakan tak ingin banyak bercerita tentang masa lalunya.

Disinggung soal ISIS, Tholut justru sedikit bersemangat. Dia menilai, paham ISIS yang menggunakan jargon jihad menjadi mujahid adalah salah kaprah.

"ISIS yang semula bernama IS itu sesat. Mereka telah membohongi umat, menumpahkan darah orang-orang tak berdosa," kata Tholut.

Penolakan Abu Tholut terhadap ISIS ini bukan hanya terucap di bibir. Pada 27 Agustus 2014, sejumlah narapidana kasus terorisme yang berada di penjara, sepakat akan mendeklarasikan diri untuk bergabung ke ISIS yang melibatkan nama Abu Bakar Baasyir yang berada di Lapas Nusakambangan sebagai punggawanya.

Abu Tholut bersama 19 napi terorisme yang ada di Lapas Kedungpane Semarang justru menolak deklarasi ISIS tersebut. Bahkan dia kala itu serta-merta meneriakkan bahwa ISIS sesat.

"Saya dan teman-teman sepakat tolak ISIS meski harus berseberangan dengan Ustaz Abu Bakar Baasyir," ujar Abu Tholut.

Penilaian ISIS sebagai ajaran sesat yang dilontarkan Abu Tholut ini dipelajari dan didalaminya dari membaca berita dan nasihat-nasihat ulama.

Baca juga:

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home