DUNIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja
07:52 WIB | Kamis, 16 Juli 2015
Obama dan Raja Saudi Bahas Penghentian Perang di Yaman

Seorang anak perempuan asal Yaman menangisi kematian sejumlah anggota keluarganya dalam serangan udara yang dilancarkan koalisi pimpinan Saudi di ibu kota Sanaa, 13 Juli 2015. Serangan udara dalam mendukung pasukan setia Presiden Abedrabbo Mansour Hadi terus berlanjut meski gencatan senjata kemanusiaan sudah ditetapkan untuk jangka waktu enam hari yang secara teknis diberlakukan sebelum tengah malam pada 10 Juli 2015. (Foto: AFP)
WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM - Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Raja Arab Saudi Salman, hari Selasa (14/7) membahas "kegentingan" untuk menghentikan peperangan di Yaman, beberapa jam setelah pengikut presiden Yaman dukungan kerajaan itu merebut kembali bandar udara Aden.
Setelah pembahasan tentang kesepakatan soal nuklir Iran, Gedung Putih menyebutkan bahwa Obama dan Salman juga membahas kegentingan untuk segera menghentikan perang di Yaman dan kepentingan memastikan bantuan segera mencapai penduduk Yaman dari dua pihak bertarung. (AFP)
BERITA TERKAIT
KABAR TERBARU

Gempa Magnitudo 6.0 Guncang Wanokaka, NTT
KUPANG, SATUHARAPAN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sejumlah dae...