Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 17:26 WIB | Rabu, 30 Agustus 2023

PM Hongaria Desak Kesepakatan dengan Putin, Tolak Keanggotaan Ukraina di NATO

Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orban ,menghadiri pertemuan Dewan Atlantik Utara selama pertemuan puncak para pemimpin NATO di Vilnius, Lituania, pada 12 Juli 2023. (Foto: dok. Reuters)

BUDAPEST, SATUHARAPAN.COM-Perdana Menteri Hongaria, Victor Orban, mengatakan bahwa negara-negara Barat harus membuat “kesepakatan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengenai arsitektur keamanan baru Ukraina, yang tidak mencakup kembalinya Krimea atau keanggotaan dalam aliansi militer NATO.”

Pemimpin Hongaria, yang mendapat kritik atas upayanya untuk melemahkan sanksi Barat yang diberlakukan terhadap Rusia setelah invasi mereka ke Ukraina, mengatakan kepada mantan pembawa acara Fox News, Tucker Carlson, bahwa Ukraina berada di jalur yang tepat untuk kalah perang karena kalah jumlah dengan pasukan Rusia.

“Kita harus membuat kesepakatan dengan Rusia mengenai arsitektur keamanan baru untuk memberikan keamanan dan kedaulatan bagi Ukraina tetapi bukan keanggotaan di NATO,” kata Orban dalam wawancara dengan Carlson, yang diterbitkan hari Rabu (30/8) di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

Orban mengatakan kembalinya semenanjung Krimea di Laut Hitam yang strategis, yang dianeksasi Rusia pada tahun 2014, sebelum invasi besar-besaran ke Ukraina tahun lalu, “sama sekali tidak realistis.” Dia juga mengatakan peluang terbaik bagi perdamaian adalah bagi mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk kembali berkuasa dan mengakhiri dukungan militer terhadap Ukraina.

Orban telah mencoba untuk memblokir bantuan Uni Eropa, menolak untuk memasok senjata ke Kiev dan berulang kali mengatakan bahwa serangan balasan Ukraina pasti akan gagal.

Pemerintahan Orban juga telah memutuskan kesepakatan dengan Rusia di bidang energi, mengamankan pasokan gas, dan melanjutkan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir yang dipimpin Rusia meskipun ada keberatan dari beberapa sekutu UE dan NATO.

Pemimpin Hongaria tersebut menyebut Putin sebagai model yang ia gunakan untuk membangun apa yang ia sebut sebagai “demokrasi tidak liberal” yang bertentangan dengan nilai-nilai multikultural Uni Eropa. (Bloomberg)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home