Presiden Erdogan: PM Belanda Kehilangan Turki Sebagai Teman
ISTANBUL, SATUHARAPAN.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Kamis (16/3) mengatakan kepada Perdana Menteri Belanda Mark Rutte bahwa dia telah kehilangan Turki sebagai temannya, meskipun Rutte memenangkan pemilu parlemen atas sayap ekstrem kanan.
“Hai Rutte! Anda mungkin muncul sebagai partai nomor satu dalam pemilu, tapi Anda harus tahu bahwa Anda kehilangan Turki sebagai teman,” ujar Erdogan dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi, di tengah krisis diplomatik dengan Den Haag akibat larangan reli kampanye oleh menteri Turki.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu sebelumnya mengatakan tidak “ada perbedaan” antara kelompok liberal Belanda dengan politikus “fasis” anti-imigrasi Geert Wilders.
Cavusoglu juga memprediksi bahwa “perang agama” akan dimulai di Eropa akibat kebangkitan ekstrem kanan.
Turki dan Eropa terjebak dalam perseteruan diplomatik setelah Belanda dan Jerman melarang menteri Turki menggelar reli guna menggalang dukungan “ya” dalam referendum bulan depan, yang akan menentukan apakah akan memperluas kekuasaan Erdogan. (Ant)
Rusia Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua, Menyerang Ukraina
KIEV, SATUHARAPAN.COM-Rusia meluncurkan rudal balistik antarbenua saat menyerang Ukraina pada hari K...