Singapura Dakwa Pria Palsukan Dokumen Kasus Pencucian Uang Senilai US$2,2 Miliar

SINGAPURA, SATUHARAPAN.COM-Seorang pria Singapura yang dinaturalisasi didakwa pada hari Kamis (23/1) karena membantu orang asing memalsukan dokumen dan memalsukan rekening sebagai bagian dari jaringan pencucian uang senilai S$3 miliar (US$2,24 miliar).
Wang Junjie, 42 tahun, adalah orang terakhir yang didakwa terkait dengan kasus pencucian uang terbesar di Singapura dan menghadapi 15 dakwaan. Dua mantan bankir didakwa pada bulan Agustus 2024.
Pengacara Wang menolak berkomentar.
Sepuluh orang asing ditangkap dalam penggrebegan serentak pada bulan Agustus 2023 atas pencucian uang yang menggemparkan pusat keuangan Asia tersebut karena melibatkan jumlah uang, mobil, barang mewah, dan properti yang sangat besar.
Kesepuluh warga negara asing tersebut menjalani hukuman penjara antara 13 dan 17 bulan dan telah dideportasi dari Singapura serta dilarang masuk kembali ke Singapura.
Kasus ini telah mendorong reformasi kebijakan yang mencakup kemudahan bagi pihak berwenang untuk mengadili kasus pencucian uang. (Reuters)
Editor : Sabar Subekti

AS Menolak Menyalahkan Rusia Atas Perang di Ukraina
PBB, SATUHARAPAN.COM-Dalam perubahan dramatis mengenai hubungan transatlantik di bawah Presiden Dona...